Prinsip-Prinsip yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan POS (Prosedur Operasional Standar)

Prosedur Operasional Standar atau POS, yakni lebih tepatnya mengenai prinsip-prinsip penyusunan POS semuanya akan kita bahas disini, semoga dapat membantu

  Prinsip Penyusunan POS

 Prinsip penyusunan SOP

   Oleh Karena keberadaan POS sangat penting bagi organisasi/perusahaan, maka  dalam menyusun POS harus diperhatikan prinsip penyusunannya. Dalam Permenpan Nomor 35 Tahun 2012 dijelaskan prinsip penyusunan POS sebagai berikut.

1.       Kemudahan dan Kejelasan

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus dapat dengan mudah dimengerti dan diterapkan oleh semua aparatur bahkan bagi seseorang yang sama sekali baru dalam pelaksanaan tugasnya.

2.       Efisiensi dan Efektivitas

Prosedur-prosedur ang distandarkan harus merupakan prosedur yang paling efisien dan efektif dalam proses pelaksanaan tugas.

3.       Keselarasan

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus selaras dengan prosedur-prosedur standar lain yang terkait.

4.       Keterukuran

Output dari prosedur-prosedur ang distandarkan mengandung standar kualitas suatu mutu baku tertentu yang dapat diukur pencapaian keberhasilannya.

 Prinsip penyusunan SOP

5.       Dinamis

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus dengan cepat dapat disesuaikan dengan kebutuhan peningkatankualitas pelayanan yang berkembang dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan.

6.       Berorientasi pada pengguna atau pihak yang diyalani

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus mempertimbangkan kebutuhan penguuna (costuner’s needs) sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pengguna.

7.       Kepatuhan Hukun

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus memenuhi ketentuan dan peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku.

8.       Kepastian Hukum

Prosedur-prosedur yang distandarkan harus ditetapkan oleh pimpinan sebagai sebuah produk hokum yang ditaatti, dilaksanakan dan menjadi instrument untuk melindungi aparatur atau pelaksana dari kemungkinan tuntutan hokum

Prinsip-prinsip lain yang harus diperhatikan dalam penyusunan POS adalah sebagai berikut.

1.       Prosedur kerja harus sederhana sehingga mengurangi beban pengawasan.
2.       Spesialisasi harus dipergunakan sebaik-baiknya.
3.       Pencegahan penulisan, gerakan, dan usaha yang tidak perlu.
4.       Berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-baiknya.
5.       Mencegah kekembaran (duplikasi) pekerjaan.
6.       Harus ada pengecualian yang seminimum mungkin terhadap peraturan.
7.       Mencegah adanya pemeriksaanyang tidak perlu.
8.       Prosedur harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah.
9.       Pembagian tugas harus tepat.
10.   Memberikan pengawasan yang terus menerus atas pekerjaan yang dilakukan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×