SEJARAH KEBIDANAN : Arti, Sejarah Pelayanan, Perkembangan dalam dan luar negeri, teori ela joy lehrman

Sejarah kebidanan yang meliputi arti kebidanan, teori ela joy lehrman,sejarah pelayanan kebidanan di indonesia dan juga luar negeri, sejarah dan perkembangan pelayanan dan pendidikan diluar negeri. disini semuanya akan kita bahas, Semoga membantu

Sejarah Kebidanan

SEJARAH KEBIDANAN : Arti, Sejarah Pelayanan, Perkembangan dalam dan luar negeri, teori ela joy lehrman

   Sejarah kebidanan dimulai sejak awal kehidupan/awal peradaban manusia. Jaman dahulu persalinan dan wanita menstruasi di anggap kotor dan menjijikan sehingga cara-cara persalinan dilakukan oleh bidan. Kelahiran anak dikaitkan dengan ibu pertiwi atau tempat anak dilahirkan dan misteri wanita yang hanya difahami oleh wanita sendiri.
   Dalam sejarah, wanita dalam proses melahirkan dapat dilakukan sendiri atau dibantu suami mereka. Ketika manusia tidak lagi berpindah-pindah dan membentuk kelompok masyarakat para ibu melahirkan dijaga atau ditolong seorang wanita sebagai kinswoman yang dianggap mampu yaitu seorang wanita setengah baya telah menikah dan melahirkan, melalui percobaan dan tukar pengetahuan dia mengembangkan keahliannya yang disebut dukun bayi.

   Terdapat catatan yang menunjukan tindakan yang dilakukan  bidan, terdapat pada patung Mochicha (500 SM), lukisan papyri & Tomb dan dalam Old Testament (Chamberlein, 1981), catatan tentang bidan Yahudi (shirpah & Puah).

A. Arti Kebidanan

     Jaman dahulu kelahiran manusia diartikan sebagai hukum keajaiban alam yang terbesar. Arti kelahiran mengalami kemajuan yang berlainan jenis, sebagai akibat hawa nafsunya. Dengan perkembangan pengetahuan yang lebih maju kebidanan diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kelahiran manusia, dari kandungan sampai melahirkan. Asal kata kebidanan adalah dari obstetrik atau obsto yang berarti mendampingi. 


B. Sejarah Pelayanan Kebidanan di Indonesia

1. Kehamilan

     Semua wanita hamil diadakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dukun bayi. Dukun bayi tersebut bisa menetapkan wanita itu hamil atau tidak, letak anak, kapan bayi akan lahir, mengetahui letah yang salah tapi tidak bisa memperbaiki, memberikan nasehat bagaimana ibu hamil harus hidup seperti:
  • Melakukan pantangan
  1. Pantangan makanan tertentu
  2. Pantangan terhadap pakaian
  3. Pantangan terhadap jangan pergi malam
  4. Pantangan jangan duduk di depan pintu
  • Kenduri
Kenduri pertama kali dilakukan pada waktu hamil 3 bulan sebagai tanda wanita itu hamil. Kenduri kedua dilakukan pada waktu umur kehaminal 7 bulan (mitoni)

2. Persalinan

     Biasanya persalinan dilakukan dengan duduk dilantai diatas tikar, dukun yang menolong menunggu sampai persalinan selesai. Ibu dikerumini orang yang lebih tua (keluarga & tetangga), didekatnya ada tempat berisi air yang sebentar-sebentar diisi uang logan yang nantinya diperuntukan dukun. Ibu bersalin tidak boleh makan dan minum sampai selesai, semua benda yang tertutup harus dibuka.

 3. Nifas

     Setelah bersalin ibu dimandikan oleh dukun selanjutnya ibu harus bisa merawat dirinya sendiri lalu ibu diberikan juga jamu untuk peredaran darah dan untuk laktasi. Cara ibu tidur setengah duduk agar darah kotor lekas keluar. Ibu masa nifas tidak boleh minum banyak.

4. Perawatan Bayi

     Bayi diurut baru dimandikan oleh dukun selama 40hari, ramuan tali pusat tiap hari diganti sampai putus. Tali pusat yang sudah lepas dibuat jimat atau obat. Bayi ditidurkan disamping ibu, tidak boleh dibawa jauh dari rumah sebelum berumur 35 hari. Ubun-ubun besarnya ditutup tapel.

     Kenduri  I pada waktu anak baru dilahirkan, kenduri II dilakukan pada saat bayi berumur 5hari saat lepasnya tali pusat, Keduri III saat bayi berumur 35 hari, 7 bulan dan 1 tahun. Mencukur anak yang pertama setelah anak umur 35/40 hari.

C. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Indonesia dan di Luar negeri

untuk materi perkembangan pelayanan kebidananan di Indonesia

anda bisa membacanya
  

Sejarah perkembangan pelayanan kebidanan luar negeri

 Perkembangan pelayanan kebidanan

  1. Amerika
Dalam bukunya Theory For Midwifery Practice, Rosamund Bryar memaparkan tentang perkembangan pelayanan kebidanan yang ada di Amerika. Bryar menyatakan bahwa : 
  • Tahun 1765 pendidikan formal untuk bidan mulai dibuka. Akhir abad ke-18 banyak kalangan medis berpendapat secara emosi dan intelektual wanita tidak dapat belajar dan menerapkan metode obstetric.Pendapat ini digunakan untuk menjatuhkan profesi bidan, sehingga bidan tidak mempunyai pendukung, uang, tidak teroganisir dan tidak dianggap professional.
untuk sisanya bisa anda baca DISINI!


D. TEORI ELA JOY LEHRMAN

Lehrman menyelidiki bahwa pelayanan antenatal menunjukan perbedaan antara prosedur administrasi yang di bebankan serta manfaat antenatal dan jenis pelayanan yang di terima wanita di klinik kebidanan. Hubungan antara identifikasi factor resiko dan keektifan dari antenatal care terhadap hasil yang di inginkan belum terpenuhi.
Munculah teori kebidanan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Dalam teori ini, Lehrman menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek pemberian asuhan pada wanita hamil dan memberi pertolongan persalinan. 
Ela Joy Lehrman mengemukakan 8 konsep yang penting dalam pelayanan antenatal, yaitu:
  1. Asuhan yang berkesinambungan
  2. Keluarga sebagain pusat asuhan
  3. Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan
  4. Tidak ada intervensi dalam asuhan
  5. Fleksibitas dalam asuhan
  6. Keterlibatan dalam asuhan
  7. Advokasi dari klien
  8. Waktu
Pada asuhan partisipatif, bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian, perencanaan, danevalusi. Pasien / klien ikut bertanggung jawab atau mengambil begian dalam pelayanan antenatal. Dari kedelapan komponen yang di buat oleh lehrman, kemudian di lanjutkan oleh Marthen pada tahun 1991 pada pasien / klien pascapartum. Dari penerapan tersebut, marthen kemudian menambahkan tiga komponen lagi pada kedelapan konsep yang di buat oleh lehrman, yaitu teknik terapeutik, pemberdayaan, dan hubungan sesama.
  
Teknik terapeutik: proses komunikasi sangat bermanfaat dalam proses perkembangan dan penyembuhan. Misalnya
  1. mendenganrkan dengan aktif
  2. mengkaji dan klarifikasi masalah
  3. humor (tidak bersikap kaku)
  4. sikap yang tidak menuduh
  5. pengakuan/ juju (mengakui kesalahan)
  6. fasilitasi dan pemberian izin
-Pemberdayaan (empowerment ): suatu proses pemberian kekuasaan dan kekuatan
Pemberdayaan (empowerment ): suatu proses pemberian kekuasaan dan kekuatan
-Hubungan sesama: menjalin hubungan yang baik dengan klien, bersikap terbuka, sejalan dengan klien, sehingga antara klien dengan bidan tampak akrab(mis, sikap empati atau berbagai pengalaman).         

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

komentar
24 August 2016 at 08:54 delete

Terimakasih gan jadi nambah ilmu

Reply
avatar
24 August 2016 at 08:55 delete

Terimakasih gan jadi nambah ilmu

Reply
avatar
24 August 2016 at 09:02 delete

Ternyata begini ya, baru tau ane

Reply
avatar
24 August 2016 at 09:20 delete

bermanfaat banget ilmu nya, thanks udah ngasih tau sejarahnya :)

Reply
avatar
24 August 2016 at 09:40 delete

Kenduri dan aqiqah apakah sama gan?

Reply
avatar
24 August 2016 at 11:02 delete

waaah sangat bermanfaat, nice post

Reply
avatar
24 August 2016 at 11:40 delete

wah jadi ini sejarah kebinanan

Reply
avatar
27 August 2016 at 13:31 delete

Ternyata seperti ini gan? Baru paham ane gan. Terimakasi gan sudah membuatkan artikel seprti ini.

Reply
avatar

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×