PROTISTA MIRIP HEWAN/Protozoa (Amoba, Ciri, Reproduksi, Klasifikasi, Contoh, struktur amoeba dan Peranan)



Kali ini kita akan membahas tentang rangkuman Protista mirip hewan, disini kita akan membahas lengkap mengenai ciri ciri protozoa, cara ber reproduksi protozoa, Klasifikasi Protozoa, contoh, Struktur tubuh amoeba dan peranan amoeba dalam kehidupan, semoga dapat membantu

Protista Mirip Hewan (Protozoa) 

Kali ini kita akan membahas tentang rangkuman Protista mirip hewan, disini kita akan membahas lengkap mengenai ciri ciri protozoa, cara ber reproduksi protozoa, Klasifikasi Protozoa, contoh, Struktur tubuh amoeba dan peranan amoeba dalam kehidupan

Pernahkah anda mengamati amoeba dengan menggunakan mikroskop? Bagaimana bentuknya?
Smoeba merupakan organisasi mikroskopis yang mempunyai bentuk tidak tetap atau berubah ubah. 
Amoeba termasuk protista mirip hewan (protozoa) dari kelas Rhizopoda.

Kata Protozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula mula dan zoom yang berarti hewan, sehingga protozoa diartikan sebagai hewan yang pertama.

Ciri-ciri protozoa

Protozoa mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :
1.       Bersel satu atau uniseluler dan mempunyai organisasi sel yang sederhana.
2.       Mampu bergerak aktif dengan alat gerak berupa pseudoposium (kaki semu), silia (rambut getar), dan flagella (bulu cambuk) untuk bergerak atau melekat pada substrata tau organism lain.
3.       Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu ada yang kurang dari 10 nano micron dan ada yang mencapai 6mili micron meskipun jarang.
4.       Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang hidup bebas.
5.       Kebanyakan hidup soliter atau berkoloni ditempat yang berair (akuatik)

 



Reproduksi Protozoa

Secara umum protozoa berkembang biak secara aseksual yaitu dengan membelah diri, tetapi ada beberapa anggota dari protozoa yang berkembang biak secara seksual dengan konjugasi yaitu perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Dimana kedua protozoa melakukan pertukara inti sehingga terjadi reorganisasi (perbedaan sifat) pada kedua protozoa tersebut.

Klasifikasi protozoa

Klasifikasi protozoa berdasarkan alat geraknya dibagi menjadi lima kelas yaitu flagellate, Rhizopoda, Ciliata, Suctoria, dan sporozoa (Apicomplexa). Kelas Suctoria sering dikelompokan kedalam ciliate karena pada tahap awal hidupnya anggota dari kelas Suctoria memiliki ciri khas seperti ciliate yaitu memiliki rambut getar (silia), tetapi pada saat dewasa Suctoria bersifat sensil (melekat pada suatu tempat).

Contoh Sphenophyra dan Podophyra yang hidup sebagai parasit pada Stentor dan Paramecium.
Kelas Rhizopoda (Sarcodina)

Anggota dari kelas Rhizopoda mempunyai ciri khas yaitu memiliki alat gerak yang berupa pseudopodium (kaki semu) yang merupakan penjuluran protoplasma. Ada dua tipe pseudopodium, yaitu tipe filopodia dan tipe lobodia.

Tipe filopodia memiliki ujung penjuluran yang runcing dan bercabang, serta protoplasmanya tersusun atas ektoplasma saja, sedangkan tipe lobodia memiliki bentuk agar lebar dan ujung penjuluran berbentuk rabung dan protoplasmanya tersusun atas ektoplasma dan endoplasma.

Rhizopoda biasanya hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat berlumpur, dan ada yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Anggota kelas ini ukutannya berkisar antara 200-300 mikron. Salah satu anggota Rhizopoda yang cukup dikenal adalah Amoeba. Yang merupakan organism dengan bentuk tidak tetap atau berubah ubah.

Struktur tubuh amoeba

Kali ini kita akan membahas tentang rangkuman Protista mirip hewan, disini kita akan membahas lengkap mengenai ciri ciri protozoa, cara ber reproduksi protozoa, Klasifikasi Protozoa, contoh, Struktur tubuh amoeba dan peranan amoeba dalam kehidupan

Struktur tubuh amoeba terdiri dari sebagai berikut:
1.       Membran sel berfungsi mengatur keluar masuknya zat dan untuk melindungi protoplasma.
2.       Sitoplasma, ada dua yaitu ektoplasma yang terletak di lapisan luar sitoplasma yang berdekatan dengan membrane plasma dan tidak bergranula (berwarna jernih), serta endoplasma yang terletak pada bagian dalam membrane plasma dan umumnya bergranula.
3.       Nukleus (inti sel) berfungsi untuk mengatur seluruh keggiatan yang berlangsung di dalam sel.
4.       Vakuola makanan, berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkannya.
5.       Vakuola kontraktil, berfungsi untuk mengatur pembuangan sisa-sisa metabolism dan mengatur tekanan osmosis dalam sel dengan cara berdenyut.
6.       Pseudopodium (kaki semu), sebagai alat gerak dan menangkap mangsa.

Reproduksi amoeba

Perkembangbiakan pada amoeba terjadi secara aseksual yaitu dengan melakukan pembelahan biner. Pada pembelahan ini, mula mula inti sel membelah menjadi dua (kariokinesis) dan segera diikuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Di antara kedua inti sel terbentuk suatu lekukan membrane plasma kea rah dalam sehingga membrane plasma menggenting dan terputus menjadi dua sel anak yang sifatnya sama dengan induknya. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, Amoeba mempertahankan diri dalam bentuk sista.
Adapun contoh lain dari organism yang termasuk kedalam kelas Rhizopoda yaitu Entamoeba coli, Entamoeba gingivalis, Entamoeba histolytica, Entamoeba dysentriae, Fifflugia, Foraminifera Arcella, Radiolaria, dan Heliozoa.

Kelas Ciliata

Ciri ciri ciliata adalah sebagai berikut :
1.       Bergerak dengan silia (rambut getar) yang menutup seluruh permukaan tubuhnya, silia lebih pendek daripada flagella.
2.       Merupakan hewan bersel satu / monoseluler, yaitu sel-selnya dilapisi pilikel sehingga bentuknya tetap.
3.       Selnya memiliki dua macam nucleus, yaitu mikronukleus yang pertukarkan selama konjugasi dan makronukleus yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangbiakan, dan fungsi seluler.
4.       Hidup di air tawar, air laut, dan ada yang hidup bersimbiosis komensalisme di dalam usus vertebrata sebagai parasit.

Salah satu anggota kelas ciliate yang paling dikenal adalah Paramecium. Paramecium berkembang biak dengan cara pembelahan biner dan secara seksual dengan konjugasi, adapun contoh anggota kelas ciliate lainnya yaitu Vorticella sp., Didinium, Stentor, Balantidium coli, dan Stylonychia.

Kelas Flagellata

Anggota kelas flagellate dari filum Mastigophora biasanya hidup bebas di air dan ada juga yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan yang menyebabkan penyakit pada usus dan kelamin, atau ada juga yang hidup sebagai saprofit pada organism mati. Flagellata mempunyai ciri khas yaitu adanya satu atau beberapa flagella (bulu cambuk) pada ujung anterior tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak, alat indra, untuk berenang, untuk mengetahui keadaan lingkungannya, dan berfungsi dalam menimbulkan arus untuk membawa makanan ke mulut.
Kelas flagellata dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut.
  • Fitoflagellata
Fitoflagellata merupakan flagellate yang mempunyai klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis, Fitoflagellata mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.       Bersifat autotrof
2.       Hidup di perairan bersih dan di perairan kotor.
3.       Cara mencerna makanan dengan holofitik yaitu membuat sendiri makanannya, holozoik yaitu menelan lalu mencernakan di dalam tubuhnya, atau saprofitik yaitu mencernakan organism yang telah mati.
4.       Reproduksi seksual dengan konjugasi, sedangka reproduksi aseksuak dengan membelah diri.
Contoh : Noctiluca miliaris, Ceratium, Euglena viridis, dan Volvox globator.
  • Zooflagellata
Zooflagellata merupakan flagellate yang tidak berklorofil dan menyerupai hewan, ciri-ciri zooflagellata yaitu sebagai berikut:
1.       Hidup di laut, air tawar, dan kebanyakan hidup sebagai parasit.
2.       Bentuk tubuh mirip dengan sel leher polifera.
3.       Reproduksi secara aseksual dengan melakukan pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi secara seksualnya belum banyak diketahui.
Contoh : Leishmania sp., Trypanosoma sp., dan Trichomonas vaginalis.
Kelas Sporozoa(Apicomplexa)
Anggota kelas sporozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1.       Tidak memiliki alat gerak sehingga untuk bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya.
2.       Ekskresi dan respirasi terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
3.       Makanan diperoleh dengan menyerap makanan dari inangnya.
4.       Sebagian besar hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.
5.       Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni dan sporogoni, sedangkan secara seksual melalui persatuan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet) yang berlangsung di dalam tubuh nyamuk.

Contoh anggota dari kelas Sporozoa antara lain Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, dan Plasmodium ovale.

siklus hidup plasmodium menjalani metagenesis terjadi didalam tubuh manusia (reproduksi secara aseksual) dan didalam tubuh nyamuk Anopheles betina (reproduksi secara seksual).

Peranan Protozoa bagi kehidupan

Peranan protozoa bagi kehidupan ada yang merugikan tetapi tidak sedikit yang menguntungkan.
Berikut ini adalah beberapa protozoa yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia.

Protozoa yang menguntungkan

1.       Radiolaria, yang telah mati di dasar perairan membentuk endapan disebut lumpur radiolarian. Lumpur ini dapat digunakan sebagai bahan peledak dan alat penggosok.
2.       Entamoeba coli, membantu pencernaan pada hewan ruminasia.
3.       Foraminifera, memiliki rangka luar yang dilapisi oleh silica /zat kapur (mengandung kalsium karbonat) lapisan ini dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.

Protozoa yang merugikan

1.       Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak)
2.       Entamoeba coli, Penyebab diare
3.       Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertian.
4.       Leishmania donovani, penyebab penyakit kalaazar yang ditandai dengan demam dan anemia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×