EKSPLANASI TEKS Indonesia ( Rangkuman, Pengertian, Struktur, Skematik, Kaidah Kebahasaan, Ciri dan Contoh )

EKSPLANASI TEKS adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas kali ini, adapun disini kita akan membahas lengkap secara singkat / ringkas mengenai eksplanasi teks, pengertian teks eksplanasi, struktur, skematik, kaidah kebahasaan, ciri ciri dan contohnya.

EKSPLANASI TEKS

EKSPLANASI TEKS adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas kali ini, adapun disini kita akan membahas lengkap secara singkat / ringkas mengenai eksplanasi teks, pengertian teks eksplanasi, struktur, skematik, kaidah kebahasaan, ciri ciri dan contohnya.

Pengertian Eksplanasi Teks

Pengertian Eksplanasi Teks adalah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.
Adapun Pengertian eksplanasi teks menurut para ahli antara lain:

Pengertian Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.

Menurut Restuti Teks Eksplanasi adalah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

Struktur Eksplanasi Teks

Secara garis besar, struktur teks eksplanasi terbagi menjadi tiga, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas dan intrerpretasi (opsional), berikut adalah penjelasan dari ketiga struktur teks eksplanasi tersebut:
  • Pernyataan Umum
Pernyataan Umum yaitu berisi mengenai penjelasan umum tentang suatu fenomena yang akan dibahas, dapat berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya. Penjelasan umum yang dituliskan dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam tersebut bisa terjadi.
  • Deretan Penjelas
Deretan Penjelas yaitu berisi mengenai penjelasan proses mengapa fenomena tersebut dapat terjadi atau tercipta dan bisa terdiri lebih dari satu paragraf. Deretan penjelas mendeskripsikan dan merincikan penyebab dan akibat dari sebuah bencana alam yang terjadi.
  • Interpretasi
Interpretasi yaitu teks penutup yang bersifat pilihan dan bukan merupakan suatu keharusan. Teks penutup yang dimaksud disini adalah, teks yang merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas. Opsionalnya dapat berupa tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks tersebut (Mahsun, 2013)

Skematik Teks Eksplanasi

Secara umum skematik teks eksplanasi ada tiga yaitu General Statement, sequence of explanations dan Closing. berikut pengertian skematik teks eksplanasi

GENERAL STATEMENT yaitu Berisi satu statemen umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan proses keberadaannya keberadaannya, proses terjadinya terjadinya, proses terbentuknya, dsb. Harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas, yang mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca detailnya.

SEQUENCE OF EXPLANATIONS yaitu Berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan, proses terjadinya. Sangat relatif untuk menjawab pertanyaan how, yang jawabannya berupa statemen atau declarative sentence. Penggunaan sequence markers sangat dimungkinkan mengingat proses perlu dijelaskan bertahap, pertama, kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.

CLOSING yaitu Berisikan kesimpulan atau statemen tentang topik/proses yang dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Eksplanasi Teks

Kaidah Kebahasaan teks eksplanasi dalam segi bahasa secara umum memiliki ciri yang berbeda dari jenis teks lain yang cenderung lebih sering disebut dengan kaidah kebahasaan. Beberapa ciri-ciri bahasa yang digunakan pada teks eksplanasi antara lain yaitu :

Hanya fokus pada suatu hal yang umum atau general. Semisal banjir, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, hujan dan lain sebagainya.
Dimungkinkan untuk menggunakan istilah bahasa yang lebih ilmiah.
Lebih diutamakan dan banyak menggunakan kata kerja aktif namun memakai jenis kalimat yang pasif.
Dibuat dengan justifikasi yang benar terjadi.
Menggunakan konjungsi internal atau konjungsi eksternal.

Ciri Ciri Eksplanasi Teks

Secara umum teks eksplanasi memiliki empat ciri yaitu:
  1. Informasi yang termuat yaitu berdasarkan fakta
  2. Hal yang dibahas yaitu mengenai keilmuan dan berhubungan dengan ilmu pengetahuan
  3. Bersifat informatif
  4. Terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat dan interpretasi

Contoh Teks Eksplanasi

Contoh teks eksplanasi mengenai banjir

Teks Eksplanasi Banjir

Proses terjadinya banjir

Kita tahu bahwa di Indonesia sering sekali terjadi fenomena alam yaitu banjir, terutama pada saat musim penghujan. Banjir disebut sebagai bencana alam karena fenomena alam ini sangat merugikan sekali bagi masyarakat. banjir sendiri dapat diartikan sebagai kurangnya atau tidak cukupnya kapasitas sungai, danau, drainase atau aliran air lainnya untu menampung debit air yang jumlahnya sangat banyak. Karena itu, air akan meluap dan akan memasuki lingkungan sekitarnya.

Umumnya masyarakat yang tinggal di kota yang padat akan menempati tempat yang seharusnya tidak ditinggali, salah satunya yaitu bantaran sungai. Karena banyak yang tinggal disana mengakibatkan kapasitas dari sungai itu sendiri akan berkurang, ditambah dengan perilaku membuang sampah sembarangan semakin memperburuk keadaan. Akibatnya juga akan berdampak pada masyarakat itu sendiri yaitu lingkungannya akan terendam banjir.

Ada dua faktor yang memicu terjadinya bencana banjir, yaitu faktor alam dan faktor sosial. Faktor alam yaitu banjir yang disebabkan karena faktor alam. Alam akan menghasilkan hujan deras yang terjadi dalam waktu yang cukup lama, akibatnya, daerah-daerah seperti sungai, danau dan daerah penampung lainnya akan meluap karena tidak bisa menampung kapasitas air yang masuk kedalamnya. Setelah itu, air akan meluber ke daerah sekitarnya termasuk ke pemukiman warga sekitar. Selain itu, ada juga banjir lahar dingin yang disebabkan karena erupsi gunung berapi.

Faktor kedua yaitu faktor sosial. Faktor sosial ini sering sekali menjadi penyebab terjadinya banjir akhir-akhir ini. Hal ini terjadi karena kebiasaan manusia yang merusak alam. Yang paling terlihat adalah perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan termasuk di sungai. Selain itu, membangun di daerah resapan juga mengakibatkan terjadinya bencana banjir.

Mendangkalnya permukaan sungai dan hilangnya daerah resapan mengakibatkan semua proses yang seharusnya terjadi dengan baik akan kacau, seperti misalnya sungai yang menyempit karena banyaknya tumpukan sampah mengakibatkab daya tampung dari sungai menjadi sedikit dan juga hilangnya daerah resapan akan membuat air hujan akan sulit untuk masuk kedalam tanah, akibatnya semua air tersebut akan masuk ke pemukiman warga dan terjadilah bencana banjir.

Berdasarkan pemaparan diatas, kita bisa menarik kesimpulan, bahwasanya bencana banjir tidak semata-mata karena faktor alam saja, tetapi masih ada faktor sosial yang mana manusialah yang menjadi pelakunya. Untuk itu, jangan hanya menyalahkan alam saja, tetapi juga kita harus mengoreksi diri kita masing-masing yang sebenarnya kitalah yang menyebabkan bencana banjir itu terjadi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×