3 CONTOH TEKS WAWANCARA Singkat Terbaru 2017 ;Tentang Pendidikan

Kali ini kita akan membahas mengenai wawancara, dimana disini kita akan bahas tentang pengertian tentang teks wawancara dan 3 contoh teks hasil wawancara singkat atau pendek terbaru 2017 dengan guru tentang pendidikan. semoga dapat membantu
Kali ini kita akan membahas mengenai wawancara, dimana disini kita akan bahas tentang pengertian tentang teks wawancara dan 3 contoh teks hasil wawancara singkat atau pendek terbaru 2017 dengan guru tentang pendidikan.

Contoh Teks Wawancara 1

Contoh yang pertama yaitu contoh teks hasil wawancara singkat tentang pendidikan dengan seorang cendikiawan

Pewawancara :
Selamat pagi Professor Widodo, apakah saya boleh meminta waktunya sebentar untuk mewawancarai Bapak ?

Narasumber :
Selamat pagi, Adik dari mana ya ?

Pewawancara :
Saya dari majalah pendidikan Pintu Ilmu, ingin mewawancarai Bapak mengenai pentingnya menuntut ilmu.

Narasumber :
Oh, kalau begitu mari langsung saja dimulai wawancaranya!

Pewawancara :
Kalau boleh, bisakah bapak menceritakan profil singkat pendidikan Bapak ?

Narasumber :
Saya pernah bersekolah di SDN 1 Tanjung Gading, kemudian saya melanjutkan SMPN 1 dan SMA 1 Suka Maju. Setelah itu saya kuliah di Universitas Terang Benderang dan mengambil jurusan Ilmu Filsafat. Saya mendapatkan gelar professor saya di Universitas Indonesia.

Pewawancara :
Sudah berapa lama Bapak menyandang gelar professor ini ?

Narasumber :
Saya mendapatkan gelar professor saya dalam bidang filsafat ketika saya berumur 45 tahun, jadi kira – kira sudah 4 tahun.

Pewawancara :
Apasih yang memotivasi Bapak untuk terus belajar di hari tua Bapak ?

Narasumber :
Bagi saya ilmu adalah nafas, jadi jika saya tidak belajar atau berhenti belajar saya akan mati. Hal ini dikarenakan ilmu sangatlah penting untuk dipelajari tidak peduli berapapun umur kita karena ilmu selalu berkembang dan jika kita berhenti belajar maka kita akan tertinggal.

Pewawancara :
Jadi meskipun sudah menjadi professor pun Bapak masih belajar.

Narasumber :
Tentu, hingga saat ini pun saya masih mempelajari ilmu – ilmu yang telah saya dapatkan dan ilmu – ilmu baru dengan cara belajar sendiri maupun mengajar mahasiswa. Mengajar juga bisa dijadikan sarana untuk mengajar karena mengajar bukan hanya mentransfer ilmu saja, melainkan beridiskusi dengan para mahasiswa mengenai berbagai macam hal.

Pewawancara :
Menurut Bapak mengapa sih menuntut ilmu itu penting ?

Narasumber :
Ilmu adalah suatu hal yang bisa menaikan derajat kita di mata Tuhan dan manusia. Dengan ilmu kita bisa memperbaiki diri kita sendiri dan masayarakat sekitar kita. Tanpa ilmu, kita akan kembali ke jaman primitive dan kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain karena sebaik – baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Pewawancara :
Menurut Bapak sejak kapan kita mulai menutut ilmu dan sampai kapan ?

Narasumber :
Nabi Muhammad SAW bersabda tuntulah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Beliau memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu sepanjang hidup kita di mulai dari kecil hingga kita mati. Waktu yang paling pas untuk belajar adalah ketika kita berumur 4 hingga 6 tahun karena masa – masa itu disebut dengan golden age dimana otak akan bekerja dengan sangat optimal.

Pewawancara :
Menurut Bapak bagaimana dengan dunia pendidikan kita saat ini ?

Narasumber :
Pendidikan kita saat ini masih tertinggal dengan Negara – Negara maju, seperti Amerika, Inggris, dan lain – lain. Hal ini dikarenakan pemrintahnya yang belum berkomitmen untuk memajukan pendidikan di negeri ini dan juga kurangnya dan tidak meratanya pendidikan di negeri ini.

Pewawancara :
Lantas apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan kita ?

Narasumber :
Pemerintah harus menyatukan tujuan mereka mau di bawa kemana dunia pendidikan ini, dengan cara memberikan kurikulum yang benar – benar baik yang tidak terus menerus mengalami pergantian. Dan juga pemerintah harus memperbaiki fasilitas dan meratakan pendidikan di negeri ini, jangan hanya berkonsentrasi di perkotaan saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.

Pewawancara :
Saya kira cukup sampai di sini Prof, Terimakasih atas waktunya.

Narasumber :
Terimakasih kembali.

Contoh Teks Wawancara 2

Berikutnya adalah contoh teks hasil wawancara tentang pendidikan dengan narasumber tentang perpustakaan dan minat baca.

 Saya        : “Selamat sore pak?”

Narasumber : "Selamat sore juga. Ada yang bisa saya bantu?"

Saya              : "Apa boleh saya mewawancarai Anda?"

Narasumber : "Ya, boleh silahkan."


Saya              : "Perkenalkan saya Abdul Malik, saya siswa dari SMA Negeri 1 Padalarang. Saya ingin mewawancarai anda mengenai Perpustakaan Kota di bandung. Saya mulai pertanyaan pertama, menurut Anda bagaimana keadaan perpustakaan kota di Bandung saat ini?"

Narasumber : "Bisa dibilang lebih maju. Kualitasnya sudah mulai diperbaiki. Koleksi-koleksi bukunya pun saat ini sudah mengikuti perkembangan zaman dan cukup lengkap."

Saya              : "Sebenarnya seberapa penting perbaikan kualitasnya?"

Narasumber : "Bagi perpustakaan yang benar-benar berorientasi pada pendidikan sangat penting. Ini untuk mendorong minat baca masyarakat."

Saya              : "Buku apa yang paling menarik minat baca masyarakat menurut Anda?"

Narasumber : "Yang saya ketahui masyarakat terutama generasi muda lebih berminat pada buku
cerita dan novel saya, itu sedikit sangat disayangkan karena minat baca terhadap buku ilmu pengetahuan kurang."

Saya              : "Mengapa buku cerita menjadi penarik minat pertama para pembaca?"

Narasumber : "Karena mungkin berhubungan dengan orientasi pendidikan sekarang yang dirasa membosankan. Jadi pendidikan saat ini seharusnya tidak sekedar mencari pengetahuan semata, namun juga yang meningkatkan minat baca."

Saya              : "Siapakah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengubah minat baca dari buku cerita ke buku pengetahuan?"

Narasumber : "Menurut saya pihak keluargalah yang utama dan selanjutnya adalah pihak guru di sekolah,"

Saya              : "Saya rasa hanya itu yang ingin saya tanyakan, terima kasih atas waktu luangnya. Selamat sore."

Narasumber : "Ya. Sama-sama. Selamat sore juga."

Contoh Teks Wawancara 3

Terakhir yaitu contoh teks wawancara dengan seorang guru tentang pendidikan kurikulum 2013

 Berikut ini adalah wawancara dengan salah satu guru SMA tentang penarikan kurikulum 2013.

Pewawancara :
Selamat pagi Pak, apakah saya bisa minta waktunya sebentar untuk wawancara ?

Narasumber :
Selamat pagi, dengan senang hati, Silahkan!

Pewawancara :
Kita telah mengetahui bahwa kurikulum 2013 telah ditarik kembali dan dikembalikan ke KTSP. Bagaimana pendapat Bapak sebagai pengajar ?

Narasumber :
Menurut pendapat saya langkah yang telah dilakukan oleh pemerinta ini telah tepat.

Pewawancara :
Apa alasan Bapak menyetujui langkah ini ?

Pewawancara :
Sebenarnya kurikulum 2013 adalah kurikulum yang bagus karena meananamkan nilai – nilai karakter ke dalam diri siswa, tetapi kurikulum ini masih belum efektif jika ditetapkan sekarang ini karena masih banyak permasalahan – permasalahan yang mengahalangi tercapainya tujuan kurikulum baru tersebut.

Pewawancara :
Permasalahan – permasalahan seperti apa yang mengahalangi itu Pak ?

Narasumber :
Banyak sekali, seperti ketiadaan buku – buku penunjang, kurang siapnya beberapa guru dan sekolah karena kurang sosialisasi.

Pewawancara :
Jadi apakah selama ini Bapak belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah ?

Narasumber :
Kami belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Selama ini kami mempelajarinya dari membaca di internet dan dari seminar – seminar yang diadakan oleh sekolah.

Pewawancara :
Lantas apa pendapat Bapak dengan dikembalikannya kurikulum ke KTSP ?

Narasumber :
Pengembalian kurikulum ke KTSP membuat kami lega dan memudahkan kami kembali untuk mengajar.

Pewawancara :
Lalu apa harapan Bapak kepada pemerintah ?

Narasumber :
Saya berharap pemerintah kembali merevisi kurikulum 2013 itu sehingga menjadi sempurna dan kemudian melukukan sosialisasi – sosialisasi di sekolah. Dengan begitu, kami semua bisa siap melaksanakannya.

Pewawancara :
Terimakasih atas waktu yang telah Bapak berikan, semoga harapan Bapak bisa didengar oleh pemerintah.

Narasumber :
Terimakasih kembali.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×