7 CONTOH TEKS KARANGAN BEBAS SINGKAT (Tentang Liburan, Lingkungan, Persahabatan dan Cita Cita)

Kali ini kita akan membahas mengenai teks karangan bebas, dimana biasanya siswa SMP/SMA/SMK selalu diberi tugas selepas masa libur pandangnya mengenai mengarang bebas, mari kita bahas contoh teks karangan bebas singkat tentang Liburan, Lingkungan, Persahabatan dan Cita Cita. Semoga dapat membantu.

Karangan Bebas

Kali ini kita akan membahas mengenai teks karangan bebas, dimana biasanya siswa SMP/SMA/SMK selalu diberi tugas selepas masa libur pandangnya mengenai mengarang bebas, mari kita bahas contoh teks karangan bebas singkat tentang Liburan, Lingkungan, Persahabatan dan Cita Cita.

Contoh Karangan Bebas

Sebagaimana yang telah kita singgung di awal, disini kita akan membahas tentang contoh teks karangan bebas singkat atau pendek tentang liburan, pendidikan, lingkungan, persahabatan dan cita cita.

Contoh Karangan Bebas Liburan

Contoh yang ke-1 yaitu contoh karangan bebas singkat/pendek tentang liburan sekolah yang berjudul "liburan kerumah nenek"
 Liburan Kerumah Nenek

 Liburan sekolah merupakan hari-hari yang sangat aku tunggu setiap 6 bulan sekali. Aku sangat gembira ketika liburan datang karena aku dapat mengunjungi nenek ku di desa. Aku memang sudah terbiasa setiap liburan sekolah aku memilih untuk menemani nenek ku. Hari itu adalah hari minggu setelah hari sabtunya aku bagi rapor sekolah aku langsung pergi kerumah nenek bersama ayahku. Ibu tidak ikut karena adik sedang sakit waktu itu sehingga aku dan ayahku pergi berdua saja. Rumahku dan rumah nenek ku cukup jauh sekali sekitar 7 jam perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi. Aku sangat menikmati perjalanan dengan hutan yang rimbun dan jalanan yang berliku-liku khas pegunungan. Ayahku pun terlihat senang dapat menemaniku pergi kerumah nenek. Namun diperjalanan aku mendapatkan kendala karena mobilku ternyata mengalami pecah ban dan terpaksa ayahku harus mengganti ban terlebih dahulu sebelum bisa melanjutnkan perjalanan. Waktu yang seharusnya ditempuh hanya 7 jam tetapi karena ada kendala dalam perjalanan maka waktu yang ditempuh menjadi 8 jam dan terlihat dari wajah ayah yang tadinya gembira menjadi lelah sekali. Ya wajar saja perjalanan yang sangat jauh dan ayah hanya menyetir sendiri. Tetapi aku tetap menghibur ayah dalam perjalanan hingga tak terasa pukul 9 malam akhirnya aku tiba dirumah nenek.

Malam itu ternyata nenek belum tidur karena dia menunggu kedatanganku. Kagetnya lagi ternyata nenek telah memasakan aku makanan kesukaanku dan ayahku yaitu kepiting yang di campur dengan saus khas buatan nenek. Daerah nenek memang terletak di pesisir pantai sehingga sangat mudah mendapatkan kepiting. Aku dan ayahku yang tadinya sangat lelah menjadi bersemangat kembali ketika melihat senyum nenek ku dan ditambah lagi dengan hidangan yang ia masak untuk kami. Aku jadi terharu ketika melihat nenek agak susah berjalan karena asam uratnya. Setelah selesai makan, aku pun mengobrol-ngobrol dengan nenek ku untuk sekedar melepas kerinduanku selama 6 bulan tak bertemu. Ayahku sudah tertidur mungkin karena ia lelah sekali. Aku memang cucu kesayangan nenek ku, ya wajar saja karena aku memang cucu pertamanya. Malam itu nenek menceritakan banyak hal sampai-sampai aku tak sadar bahwa aku telah tertidur di kamar nenek ku. Dalam hatiku maaf ya nek aku lelah sekali.

Tak terasa telah pagi, ketika aku bangun ternyata nenek telah membuatkan ku sarapan dan ayahku sudah entah kemana, mungkin ia main ke tempat teman lamanya. Aku pun lekas menyantap sarapan dan pergi kepinggir pantai dengan Edo, anak sepantaranku yang juga tetangga samping rumah nenek. Aku bermain di pantai hingga aku lupa waktu ternyata sudah pukul 11 siang dan aku pun harus kembali kerumah jika tidak nenek akan marah padaku. Pada hari itu aku hanya menghabiskan waktuku di sekitar rumah nenek saja sembari menemani nenek. Hari-hari pertamaku disana aku habiskan untuk membantu nenek sehingga ia bisa bersantai dirumah.

Setelah hari kelima ku disana, aku dan ayahku memutuskan untuk mengajak nenek menuju kekota terdekat sekaligus mengajak nenek jalan-jalan agar ia tak jenuh. Aku memang sengaja mengajak nenek ke kota karena aku kasihan melihat nenek yang setiap harinya dihabiskan hanya dirumah. Nenek sangat senang ketika aku mengajaknya ke kota dan membelikannya pakaian, selendang, dan sebagainya. Aku senang melihat nenek tersenyum begitupun dengan ayahku. Hingga sore pun tiba dan akhirnya kami pun pulang kerumah nenek. Sepulang dirumah aku pun langsung tertidur karena memang lelah sekali. Namun meskipun aku lelah tetapi aku tetap senang melihat nenek ku tersenyum bahagia.

Contoh Karangan Bebas tentang Lingkungan

Berikutnya adalah contoh karangan bebas singkat/pendek tentang lingkungan

Letusan Gunung Menggagalkan Ujianku

Pagi itu aku bangun pukul 04.30 WIB. Kulihat jendela kamarku masih terlihat gelap di luar. Aku masih merasa malas untuk beranjak dari tempat tidurku. Aku raih telepon genggamku. Kaget rasanya melihat banyak pesan di hampir semua grup Whatsapp-ku. Dengan rasa penasaran aku membuka satu per satu obrolan tersebut. Semua membicarakan letusan salah satu gunung di Jawa Timur.

Samar-samar aku pun mendengar berita dari televisi tentang letusan gunung tersebut. Rupanya ayah dan ibuku sedang melihat berita di ruang tengah. Aku lanjutkan membaca obrolan di grup tersebut. Rasa tak percaya menghinggapiku ketika mereka membicarakan bahwa dampak gunung sampai ke kota dimana aku berada, yaitu Jogja. Mereka mengatakan abu vulkanik sangat tebal di Jogja.

Aku segera keluar kamar dan berniat untuk bertanya kepada kedua orang tuaku. Akan tetapi sebelum aku berucap mereka sudah berkata terlebih dahulu, “Jangan keluar rumah, ada hujan abu vulkanik. Gunakan kamar mandi yang ada di dalam rumah saja”. Sontak aku langsung lari ke belakang rumah dan melihat keadaan di luar. Ternyata benar, halaman belakang sudah tebal dengan abu vulkanik. Barang-barang yang tidak sempat dibawa masuk juga sudah tertutup abu vulkanik.
Sponsors link
Keadaan di luar rumah pun tidak jauh berbeda. Batako sudah tertutup abu vulkanik tebal. Bahkan beberapa batang pohon jambu patah karena telalu berat menahan abu tersebut. “Memang seberapa parah letusan gunung itu sampai di Jogja pun begini kondisinya?” batinku dalam hati. Aku segera masuk dan ikut melihat berita di TV. Tiba-tiba aku teringat bahwa hari ini ada ujian untuk salah satu mata kuliahku. Aku segera bertanya kepada teman-teman. Tapi semua teman sekelas tidak tahu menahu tentang jadi atau tidaknya ujian tersebut.

Dosen pengampu mata kuliah terkait sudah dihubungi tapi tidak ada balasan. Sampai pukul 06.30 WIB masih tidak ada kabar. Akhirnya kami satu kelas memutuskan untuk tetap berangkat ke kampus. Di jalanan kondisinya sangat parah. Jarak pandang hanya sekitar 5 meter. Semua pengendara memakai masker dan mantel. Setibanya di kampus, keadaan tidak jauh berbeda.

Aku tiba di kampus sekitar pukul 07.15 WIB. Aku dan teman teman sekelas masih menunggu kabar dari dosen. Sampai pukul 07.45 WIB ada pesan masuk di handphone ketua kelas. Dan ternyata itu adalah pesan dari dosen yang mengabarkan bahwa ujian hari itu dibatalkan. Kami semua agak kecewa karena pesan itu datang terlambat. Kami sudah menunggu cukup lama, bahkan menerjang abu vulkanik demi melaksanakan ujian. Tapi ada rasa senang juga karena sebagian dari kami ternyata belum siap ujian. Kami pun segera pulang ke rumah masing-masing karena kondisi saat itu sangat tidak mendukung untuk kami berlama-lama di luar ruangan.

Contoh Karangan Bebas tentang Persahabatan

Contoh ketiga yaitu contoh teks karangan bebas singkat tentang persahabatan
 Persahabatan Tiga Remaja

Di sebuah desa terdapat tiga remaja yang bersahabat sejak kecil. Rumah mereka saling berdekatan sehingga sering keluar bersama. Saat di TK mereka berangkat ke sekolah bersama-sama. Bila salah satu belum siap, yang lainnya akan sabar menunggu. Setelah mereka siap, baru berangkat bersama-sama.
Ketiga remaja itu bernama Ali, Dedy, dan Eka. Tetapi Eka lebih tua satu tahun dari Ady dan Dedy. Saat Eka kelas 1 SD, Ady dan Dedy masih di TK. Walaupun berbeda kelas mereka tetap menjaga persahabatan diantara mereka. Setelah pulang sekolahpun mereka tetap bermain besama teman-teman yang lain. Tiga sahabat ini sanat suka bermain sepak bola setiap hari, mereka kumpul di lapangan tepat pukul 03.00 sore.
Bersama teman - teman yang lain mereka mengumpulkan uang untuk membeli bola plastik yang harganya Rp 3.500. Setelah mereka mendapatkan bola, Eka, Adi, dan Dedy mulai bermain dengan semangat hingga menjelang magrib. Mereka pulang ke rumah masing - masing untuk mandi dan mempersiapkanuntuk berangkat ke musholla dekat rumah mereka. Saat azan tiba, mereka berangkat bersama – sama hingga pulangnyapun mereka juga bersama - sama. Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk ngobrol sebentar, walaupun mereka masih mempunyai PR.

Hampir setiap hari mereka berkumpul bersama, apalagi saat hari libur. Mereka bisa bermain sampai lupa waktu dan larut malam. Sampai - sampai Dedy dimarahi ibunya. Dedy kena marah gara - gara pulang terlalu malam. Hari demi hari mereka lalui bersama dengan penuh canda dan tawa.
  
Ketika Eka naik ke SMP, Adi dan Dedy berada di kelas 6 SD. Mulai sejak itu mereka bertiga jarang bermain dan keluar bersama. Eka jadi jarang keluar rumah karena ia mulai serius dengan pelajaranya, tetapi Adi dan Dedy menyadari bagaimana kesibukan yang dialami Eka. Di kelas 6 SD ini, Adi dan Dedy masih bisa bermain bersama, tetapi mereka merasa kurang puas karena tidak hadirnya Eka.
Saat Adi dan Dedy naik ke SMP, mereka pisah sekolah. Sehingga mereka tidak bisa kumpul bersama lagi. Ketiga remaja ini memilikisekolah yang berbeda, dan mereka sudah tidak bisa bermain bersama lagi karena pulangnya sore hari. Mereka sudah lelah searian sekolah, jadi lebih memilih istirahat di rumah. Tiga sahabat ini menekuni pelajaranya masing – masing. Dengan belajar giat dan rajin mereka berharap mendapat nilai yang terbaik. Jadi mereka tidak memiliki waktu luang sedikitpun untuk bermain bersama. mereka lebih memlih bermain dengan teman – teman di sekolahnya.

Contoh Karangan Bebas tentang Cita cita

Yang terahir yaitu contoh teks karangan bebas tentang cita cita menjadi guru, cita cita menjadi dokter

Cita-Citaku Ingin Menjadi Guru
 Di kala besar nanti, aku ingin menjadi guru. Aku sangat ingin menjadi guru,karena aku ingin mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan aku juga ingin berguna bagi nusa dan bangsa. Maka aku harus belajar dengan giat dan mengerjakan apa yang di berikan oleh guru kami. Saya harus belajar dengan tekun karena kami merupakan generasai-generasi penerus bagi nusa dan bangsa di indonesia.

 Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.dan mungkin tanpa ada guru saya dan teman saya yang lainnya tidak mnegrti huruf dan agka, dan juga tidak bisa menulis dan membaca. Itulah pengorbanan seorah guru terhadap negara. Maka kita harus mematuhi apa yang diperintahkan oleh guru kitra,dan mematuhi tata tertib sekolah.

Dan seharusnya kita besyukur dibandingkan denagn anak-anak yang lainnya, karena kita masih bisa bersekolah dan bermain dengan teman-teman lainnya. Karena kita bisa bersekolah dan bermain dengan teman-teman lainnya. sedangkan anak-anak lainnya berada di pinggir jalan, dan mereka bekerja di pinggir jalan. Mereka seharusnya belajar dan duduk dibangku sekolah dan mengerti bagaimana rumitnya matematika dan pelajaran biologi, bahkan tentang sejarah indonesia. Padahal sekolah sangat penting, namun kondisi ekonomi orang tua mereka kurang mampu. Nampaknya biaya pendidikan menjadi masalah bagi mereka. Dan masalah itu menyebabkan sekitar 12 juta anak terancam puts sekolah.

 Kebanyakan dari mereka, pendidikan yang tinggi menjadi satu cita-cita dan impian mereka tersendiri. Bahkan untuk menyelesaikan jenjan SD-SMP-SMA saja sudah lebih dari cukup. Kurangnya pendidikan bagi anak-anak ini berdampak jauh lebih besar dari apa yang bisa kita pikirkan. Kurangnya pendidikan mempunyai dampak pada kesejahteraan hidup mereka. Karena mereka pada dasarnya mereka tidak memiliki pengetahuanyang luas di bandingkan dengan kita.

Padahl mereka masih membutuhkan sekolah. Dan mereka juga merupakan generasi-generasi penerus. Mereka juga mempunyai cita-cita dan impian. Mungkin ke dua orangnya tidak mengeri atau kurang faham betapa pentingnya sekolah untuk anak-anak mereka. Dan Dan padahal anak-anak mereka ingin sekali melanjutkan sekolahnya sampai perguruan tinggi. Dan meraih cita-cita dan impian mereka masing -masing. Karena keterbatasan ekonomi di keluarga mereka, jadi mereka tidak dapat bersekolah atau untuk melanjutkannya.

Sekarang mereka hanya dapat bersekolah sampai SD saja. Namun SD itu belum tentu selesai, terkadang sudah putus sekolah. Dan semestinya mereka bermain bersama teman-teman sebanyaknya, melainkan mereka sudah bekerja untuk mencari uang. Dan maka dari itu saya sangat ingin sekali meraih cita-cita saya menjadi GURU. Dan semoga cita-cita saya tercapai. AAMIIN.

Cita-Citaku Ingin Menjadi seorang Dokter
Sejak duduk dibangku SD aku belum tahu kelak aku ingin jadi apa. Banyak cita-cita yang terlintas di fikiran ku, tapi tak ada satupun yang menarik perhatian ku. Setelah masuk ke bangku SMP, aku berfikir ingin menjadi seorang dokter. Entahlah bagaimana dan berawal dari mana sehingga aku ingin menjadi dokter.

Tiap aku ke rumah sakit atau puskesmas aku selalu memperhatikan dokter yang memeriksaku. Subhanallah, betapa mulianya seorang dokter yang berusaha menyembuhkan pasiennya dan betapa bangganya ke dua ortunya yang melihat anaknya sekarang telah menjadi dokter.

Terlintas di benakku apakah suatu saat nanti ku bisa duduk di kursi itu untuk menggantikannya, dan bisakah aku menggunakan jas putih berlambangkan kesehatan itu di hari kelak. Y’allah ku ingin menjadi seorang dokter, ku ingin bahagiakan kedua orang tua ku, ku ingin kelak menggunakan seragam putih itu.

Cita-Citaku Ingin Menjadi Polisi / Polwan
 Pada masa kecilku, aku inggin menjadi seperti Ayah dengan bisnisnya yang sudah berhasil atau sukses dibidang Travel Maskapai Penerbangan.

sekarang saya sudah duduk di Sekolah Menengah Kejuruan Nahhh.. Di SMK ini lah saya mencari ilmu lebih bayak lagi agar cita-cita atau impian ku tercapai.

Mengapa saya bercita-cita ingin menjadi pengusaha, yang pertama karena saya ingin membanggakan kedua orang tua saya dan menjadi anak yang berguna untuk mereka, yang kedua saya ingin membalas jasa mereka yang telah merawat saya dari kecil hingga sekarang.

Selain itu saya juga bercita-cita ingin menjadi pilot profesional, karena saya juga tertarik di bidang penerbangan jika cita-cita saya tercapaikan saya ingin membawa keluarga saya teruatma kedua orang tua saya pergi menjelajahi dunia, yang terpenting saya akan membawa kedua orang tua saya ke tanah suci.

Nahh satu lagi saya ingn menjadi seorang dokter yang bisa menyembukan banyak orang.

Demikaian lahh cerita cita-cita saya, saya ingin apa yang saya harapkan tercapaikan atau terkabulakan AAMIIN

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×