REVIEW TEXT (Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur Kalimat / Generic Structure dan Contoh) Dalam Bahasa inggris dan artinya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa inggris tingkat SMA/SMK tentang review text, disini kita akan membahas lengkap mengenai pengertian review text, ciri-ciri review text, tujuan (social function) , struktur kalimat / generic structure review text dan contoh singkat review text beserta arti / terjemahannya, semoga dapat membantu.

Review Text

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa inggris tingkat SMA/SMK tentang review text, disini kita akan membahas lengkap mengenai pengertian review text, ciri-ciri review text, tujuan (social function) , struktur kalimat / generic structure review text dan contoh singkat review text beserta arti / terjemahannya,

Pengertian Review Text

Review bermakna “tinjauan, ringkasan, tinjauan ulang.” Jika ada frasa book review berarti bermakna tinjauan buku. Karenanya, review text bisa diartikan secara harfiah sebagai teks yang difungsikan untuk meninjau.

Pengertian (meaning) review text adalah untuk memberi penilaian atau kritik terhadap kegiatan atau karya seni bagi pembaca atau pendengar khalayak ramai, misalnya film, pertunjukkan, buku, dan produk.

Ciri Ciri Review Text

Sebuah text mempunyai cirinya tersendiri, berikut adalah ciri ciri dari review text
  • Fokus pada specific participants
  • Menggunakan adjectives (kata sifat)
  • Menggunakan (long and complex clauses) kalusa yang panjang dan rumit 
  • Menggunakan metafora ( perumpamaan)

Tujuan Review Text

Tujuan dari review text yaitu to ‘criticise an art work, event for a public audience’ (untuk memberikan kritik terhadap suatu karya seni ataupun lainnya untuk khalayak umum) juga memberikan ulasan, tinjauan, bahkan kritik terhadap suatu karya seni, ilmiah, buku ataupun bentuk-bentuk lainnya agar diketahui oleh khalayak umum.

Generic Structure Review Text

Secara garis besar generic structure review text yaitu :

  • Introduction (paragraf pertama)
Introduction terletak di awal paragraf review, berisikan Pengenalan terhadap pokok atau gambaran umum tentang sebuah karya/benda yang akan ditinjau. Gambaran umum tersebut dapat berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.” Places the work in its general and particular context, often by comparing it with others of its kind or through an analog with a non–art object or event” (menempatkan karya yang ditinjau pada konteks umum ataupun khusus, biasanya dengan membandingkan dengan karya lain yang sejenis atau melalui analogi obyek yang bukan karya seni.)
  • Evaluation
Bagian evaluation berisi gambaran detail dari sebuah karya, antara lain menceritakan kelebihan, keunikan, kualitas, serta hal- hal yang membuatnya menarik dengan memberikan gambaran yang lebih mendetail terhadap suatu karya atau benda yang akan direview. Gambaran tersebut dapat berupa bagian-bagiannya, keunikan ataupun kualitasnya. Pada bagian ini hindari memberikan terlalu banyak deskripsi mengenai karya atau benda tersebut, untuk menjauhkan kesan ‘mengajarkan’ pembaca. Istilah yang digunakan dalam struktur umum yang kedua ini adalah tidak jauh dari kata ‘baik’ atau ‘tidak’ karya atau benda tersebut.  Bagian ini biasanya terdiri lebih dari satu evaluasi.
  • Interpretation
Pada bagian interpretasi, penulis memberikan pendapat atau pandangannya terhadap mengenai karya atau benda yang direviewnya. Tentu saja fase ini dilakukan setelah melakukan evaluasi yang cukup terhadap karya atau barang tersebut. Tidak jarang untuk mendukung, memperkuat, atau lebih meningkatkan kualitas/ hasil mengenai karya atau benda yang diulas, penulis dapat membandingkan dengan mengenai karya atau benda yang direviewnyamengenai karya atau benda yang direviewnya dengan jenis lainnya (Hal ini dilakukan untuk mendukung dan memperkuat pandangan penulis). Pada fase inipenulis juga menuliskan kelebihan dari karya atau benda tersebut, atau sebaliknya yang menjadikannya kurang bernilai.
  • Summary  (kesimpulan)
Pada bagian ini, penulis memberikan kesimpulan pada bagian terakhir dari Review text  kepada pembaca terhadap karya atau benda yang telah diulas ( karya atau benda yang direviewnya). Setelah memberikan penjelasan di evaluasi dan pandangan penulis sendiri di bagian interpretasi, di bagian ini penulis memberikan komentar mengenai karya atau benda yang diulas berharga atau tidak untuk calon pembeli.

Contoh Review Text

Reviewing a book
Rhymes of the Times By: Harold Matthew Nash
Publisher: Booksurge
Reviewed by: John Lehman

public moments that have shaped his life (Martin Luther King’s ”I Have a Dream” speech, Muhammad Ali’s “I can float like a butterfly and sting like a bee.”) as well as very private ones like attending the wedding of a girl he was still very much in love with. This not only gives us an insight into the person behind these poems, it helps us understand their inspiration and connection to things outside of the words. “The Bee in the Web” draws on the “butterfly”/”bee” of Ali’s boast, yet expands on it to a message of racial harmony as opposed to one of militant aggression and separatism.

There are some great titles (“The Martian and the Wino,” “W Stands for Wrong", ”Fasten Your Seatbelt”) and lines that make us think (“Sometimes I feel that life’s a curse, has front-wheel drive and no reverse” and the very poignant “I hate in order to protect yourself—you pack a gun or mace. So why don’t I say what the hell and hate the human race.”) There are also some bad lines: “Her skin is cream, her body is slim. Looking at her makes the average saint sin.”—perhaps, but what or who is “the average saint”? The book ends with a sweet poem by Charla Angeline Hultmann (and I really like the candor of her bio) called “Gift” and “giving” is the real spirit of this book of poetry.

I will be honest, I am not a fan of rhyme. There is a delight in adjacent sounds rubbing together—vowels held and savored, consonants clicking in a row—but “easy” rhymes (“head”/“dead”; “love”/”dove”; “moon”/”prune”) tend to overshadow poetic subtleties, determine word choice and the words themselves lose their meaning, becoming clichés. But this is the music of this poet’s generation, and there is no denying that poetry is more alive, more meaningful and more accessible than it has ever been at any other time during my life. PS I do love the “Osama” “mama” rhyme. In general I think it would benefit Harold Nash’s development to read more of the published contemporary Black poets.


But form aside, this is an honest (courageous and unflinching) look at life today—one we need to share together for the survival of us all. That is “Rhymes of the Times” message. And it is a good one.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×